#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Sabtu, 01 Maret 2014

Gambaran hari kiamat

Dalam suatu hadits Rasulullah SAW bersabda : "Ketika kamu melihat tanda-tanda pada musim semi, maka ingatlah pada hari kiamat !" Dalam hadits ini, Rasulullah SAW telah mengumpamakan musim semi dengan hari kiamat.
Maha Besar Allah yang mampu menghidupkan kembali bumi yang telah mati pada musim semi. Dan Allah juga mampu menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati besok pada hari kiamat. Tiada sesuatu pun yang dapat menyerupai-Nya dalam kekuasaan.
Dalam syarah hadits ini disebutkan, sesungguhnya musim semi itu sebagai perumpamaan hari kiamat, dilihat dari 10 segi:

1. Biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan itu keluar dari bawah bumi pada musim semi, sebagaimana keluarnya mayat dan orang yang terpendam dalam bumi pada hari kiamat. Firman Allah mengatakan : Dan bumi mengeluarkan isinya (Q.S. Al-Zalzalah: 2)

2. Selepas musim semi, ada istirahat yang sangat menyenangkan bagi manusia. Selepas musim semi ini juga ada masa yang sangat menyedihkan bagi manusia yakni merajalelanya penyakit, masa paceklik hingga kelaparan dimana-mana, yang merupakan kepedihan bagi manusia. Yang demikian itu, pun kelak akan terjadi pada hari kiamat, dimana setelah manusia di hidupkan kembali, ada golongan yang beruntung dan merasa bahagia. Ada juga sebagian golongan yang merasa sengsara karena ditimpa kesusahan yang amat sangat.

3. Bagi orang yang makan pada musim dingin dengan makanan kering, yang tidak mau berusaha pada musim semi, maka orang itu akan mendapat penyakit cacar serta beberapa luka akibat dari gerakan darah dan ototnya. Orang yang terluka demikian diibaratkan orang yang sewaktu di dunia memakan makanan haram dengan tiada perduli, dan akhirnya pada hari kiamat nanti ia akan ditimpa suatu siksaan, dihinakan dan terlantar sedemikian rupa, hingga ia menemukan kekecewaan yang tiada tandingannya.

4. Pada musim semi itu, sesungguhnya banyak orang yang berusaha dengan giat dan sekuat tenaga untuk menanam tanaman dengan tenaga sendiri serta modal sendiri. Namun orang tersebut tidak pernah sedikitpun menuai hasil keringatnya, sebab semua yang ditanamnya menjadi rusak, diterpa angin topan pada musim penghujan dan diterpa teriknya sinar matahari pada musim kemarau.
Itulah gambaran seseorang sewaktu yang di dunia giatnya beramal dengan tenanga dan harta bendanya. Namun pada hari kiamat, semua amal ibadah yang dilakukan bagai debu yang berhamburan diterpa angin, karena maksiat yang dilakukan, kekufuran serta sifat riya' yang melekat pada dirinya.

5. Pada musim semi, manusia duduk-duduk ditepi sungai yang airnya mengalir, di dekat kalbu serta taman bersama kekasihnya atau kaum kerabatnya. Itulah gambaran orang-orang shalih yang dengan ketaatannya, mereka menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan perintah-Nya. Pada hari kiamat, tempat berkumpulnya adalah orang-orang yang ikhlas dan orang-orang yang beruntung.

6. Bertiupnya angin dari arah timur dan arah barat pada musim semi ada yang membawa kebahagiaan pada sebagian golongan dan ada yang membawa kesengsaraan pada golongan lain. Begitu pulalah keadaan pada hari kiamat. Ketika ditiupkan angin kebahagiaan dan angin kesengsaraan pada saat itu ada sebagian orang yang merasa senang dan berbahagia, ada sebagian lain yang merasa susah dan sengsara.

7. Pada musim dingin, ada sebagian pohon yang gundul. Tetapi pada musim semi pohon tersebut dihiasi dengan aneka hiasan, hingga yang semulanya jelek karena tidka berdaun, jadi kelihatan indah dan agung. Itulah gambaran bagi orang-orang yang juhud pada hari kiamat, dimana pakaian yang mereka pakai adalah ibadah dan ketaatan. Tidak sedikitpun mereka tergiur dengan gemerlapnya dunia. Maka orang-orang tersebut pada hari kiamat akan memakai mahkota kemuliaan dan pakaian kehormatan. Sedangkan orang yang ramai dari ketaatan kepada Allah, yakni orang-orang yang diumpamakan seperti pohon kering dimusim semi yang ketaatannya kering dari musim dinginnya angin maksiat, maksudnya orang yang meninggalkan maksiat untuk beribadah kepada Allah, maka pada hari kiamat orang tersebut dimuliakan, oleh sebab buah ibadahnya. Dan orang yang telanjang karena lepasnya iman akan dibuka aibnya di hadapan para makhluk.

8. Bahwasannya tanaman yang tumbuh di musim semi, maka orang yang mempunyai tanaman itu akan merasa senang, sebab tanamannya bisa tumbuh pada musim semi. Dan orang yang tidak menanam akan merasa menyesal, sebab tidak mempunyai tanaman. Demikian itu adalah gambaran hari kiamat, ketika para ahli ibadah dimuliakan karena ibadahnya serta ketaatannya, dan menyesallah orang yang tidak menanam biji-bijian kemuliaan dan ketaatan.

9. Jika engkau menanam pada musim gugur, maka akan menjadi semakin besar tanaman itu pada musim semi. Demikianlah orang yang menabung pada musim gugur, maka tabungan itu akan menjadi semakin banyak pada musim semi. Itulah gambaran pada hari kiamat. Jika kamu beramal sewaktu di dunia dengan amalan yang baik, maka di akhirat kelak, kamu juga akan mendapatkan balasan yang lebih baik dengan sepuluh kali lipat. Sedangkan orang yang beramal dengan amalan yang buruk, maka akan mendapatkan balasan yang lebih buruk berlipat ganda di akhirat kelak. Dunia adalah ladang untuk menanam dan akan dipanen pada hari kiamat.

10. Pada musim semi, dipermukaan bumi tampak beraneka macam warna dan jenis bunga, dari bentuknya sampai warna bunga itu. Demikianlah gambaran pada hari kiamat, akan tampak jelas golongan orang-orang yang ikhlas, orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang kafir, ingkar serta orang-orang munafik dan menyekutukan Allah.

Pada musim semi tersebut ada sepuluh tanda-tanda yang bakal terjadi pada hari kiamat. Dan itu akan semakin jelas di mata orang-orang yang berfikir. Yakni orang-orang yang meresapi makna perkataan di bawah ini :

"Pada setiap sesuatu mempunyai tanda yang menunjukkan atas keesaan Allah Ta'ala".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar