Pada zaman ini Nabi Isa a.s. akan menjadi hakim yang adil dan bijaksana
bagi seluruh umat manusia berdasarkan syari'at Rasulullah SAW. Pada saat
itu, Al-Qur'an dan kitab-kitab lain (seperti hadits dan kitab-kitab
fiqih empat madzhab) sudah di porak-porandakan oleh Dajjal dan
pengikutnya. Akhirnya Nabi Isa a.s. bermunajat memohon petunjuk dan
bimbingan dari Allah Ta'ala, kemudian beliau pergi ke sungai Jaihun.
Ketika Nabi Isa a.s. datang ke sungai Jaihun, tiba-tiba ada peti
keluar dari tengah sungai, kemudian Nabi Isa a.s. membawa peti tersebut.
Ternyata di dalam peti tersebut berisi Al-Qur'an dan kitab-kitab
karangannya Syekh Abu Qasim Al-Qusyairiy r.a. (Wafirru Ilallah, hal: 60).
Dengan Al-Qur'an dan kitab-kitab tersebut Nabi Isa a.s. mulai menata
kembali peradaban manusia berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah atau juga
berdasarkan syari'at Rasulullah SAW dengan tidak berpegangan hanya
dengan satu madzhab saja, tetapi ini telah di jaga oleh Allah dari
kesalahan dalam menetapkan suatu hukum.
Nanti pada zamannya Nabi Isa a.s. rakyat mutlak dibebaskan dari membayar
pajak. Hal ini berbeda dengan pendapat Qadli Iyadl. Mana pendapat yang
benar? Wallahu A'lam. Apabila ada babi berkeliaran tentu akan dibunuh
oleh pemerintahan Nabi Isa a.s. Walhasil, setiap perkara yang sudah
jelas haramnya menurut nash Al-Qur'an pasti dilenyapkan oleh Nabi Isa
a.s. Tindakan demikian ini untuk memberikan peringatan kepada orang
kafir, bahwa apa yang mereka makan itu adalah haram dan batil.
Pada masa zamannya Nabi Isa a.s. besok tidak ada bedanya dengan zamannya
Imam Mahdi, tidak ada agama selain agama Islam, tidak ada yang disembah
selain Allah Subhanahu wata'ala. Semua orang merasa damai, aman, senang
dan tentram, baik yang ada di daratan maupun yang ada di lautan,
sehingga semuanya senang bersaudara, senang berkerjasama dan tolong
menolong, tidak ada orang melarat, tidak ada zakat, tidak ada orang yang
minum-minuman keras. Sehingga tidak ada kemaksiatan.
Di zaman Nabi Isa a.s. seluruh penduduk langit, penduduk bumi, ikan
dilautan, binatang di hutan, semuanya ridla dan patuh terhadap perintah
Nabi Isa a.s. Sehingga harimau bisa berkumpul dengan kambing, kucing
bisa hidup rukun dengan tikus, ular berkumpul dengan katak, bahkan
anak-anak kecil bermain dengan kalajengking, kelabang dan ular tidak
khawatir di gigit. Bumi pun subur mengeluarkan segala macam tetumbuhan
yang memberikan banyak berkah.
Cahaya Islam bersinar terang di mana-mana, semangat beribadah senantiasa
berkobar di hati kaum muslimin, sehingga pada zaman itu disebut zaman
keemasan bagi kaum muslimin. Angin saba (angin rahmat) senantiasa
meniupkan hawa sejuk yang sangat nikmat. Sampai-sampai ada orang yang melihat mayat berkata : "Alangkah baiknya kamu hidup lagi untuk merasakan senangnya hidup ini".
Suasana ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan umat manusia pada
waktu itu lamanya sampai kira-kira 7 tahun. (Wafirru Ilallah, hal. 67)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar