#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Minggu, 23 Februari 2014

nabi isa as memimpin umat

Pada zaman ini Nabi Isa a.s. akan menjadi hakim yang adil dan bijaksana bagi seluruh umat manusia berdasarkan syari'at Rasulullah SAW. Pada saat itu, Al-Qur'an dan kitab-kitab lain (seperti hadits dan kitab-kitab fiqih empat madzhab) sudah di porak-porandakan oleh Dajjal dan pengikutnya. Akhirnya Nabi Isa a.s. bermunajat memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Ta'ala, kemudian beliau pergi ke sungai Jaihun.
Ketika Nabi Isa a.s. datang ke sungai Jaihun, tiba-tiba ada peti keluar dari tengah sungai, kemudian Nabi Isa a.s. membawa peti tersebut. Ternyata di dalam peti tersebut berisi Al-Qur'an dan kitab-kitab karangannya Syekh Abu Qasim Al-Qusyairiy r.a. (Wafirru Ilallah, hal: 60). Dengan Al-Qur'an dan kitab-kitab tersebut Nabi Isa a.s. mulai menata kembali peradaban manusia berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah atau juga berdasarkan syari'at Rasulullah SAW dengan tidak berpegangan hanya dengan satu madzhab saja, tetapi ini telah di jaga oleh Allah dari kesalahan dalam menetapkan suatu hukum.
Nanti pada zamannya Nabi Isa a.s. rakyat mutlak dibebaskan dari membayar pajak. Hal ini berbeda dengan pendapat Qadli Iyadl. Mana pendapat yang benar? Wallahu A'lam. Apabila ada babi berkeliaran tentu akan dibunuh oleh pemerintahan Nabi Isa a.s. Walhasil, setiap perkara yang sudah jelas haramnya menurut nash Al-Qur'an pasti dilenyapkan oleh Nabi Isa a.s. Tindakan demikian ini untuk memberikan peringatan kepada orang kafir, bahwa apa yang mereka makan itu adalah haram dan batil.
Pada masa zamannya Nabi Isa a.s. besok tidak ada bedanya dengan zamannya Imam Mahdi, tidak ada agama selain agama Islam, tidak ada yang disembah selain Allah Subhanahu wata'ala. Semua orang merasa damai, aman, senang dan tentram, baik yang ada di daratan maupun yang ada di lautan, sehingga semuanya senang bersaudara, senang berkerjasama dan tolong menolong, tidak ada orang melarat, tidak ada zakat, tidak ada orang yang minum-minuman keras. Sehingga tidak ada kemaksiatan.
Di zaman Nabi Isa a.s. seluruh penduduk langit, penduduk bumi, ikan dilautan, binatang di hutan, semuanya ridla dan patuh terhadap perintah Nabi Isa a.s. Sehingga harimau bisa berkumpul dengan kambing, kucing bisa hidup rukun dengan tikus, ular berkumpul dengan katak, bahkan anak-anak kecil bermain dengan kalajengking, kelabang dan ular tidak khawatir di gigit. Bumi pun subur mengeluarkan segala macam tetumbuhan yang memberikan banyak berkah.
Cahaya Islam bersinar terang di mana-mana, semangat beribadah senantiasa berkobar di hati kaum muslimin, sehingga pada zaman itu disebut zaman keemasan bagi kaum muslimin. Angin saba (angin rahmat) senantiasa meniupkan hawa sejuk yang sangat nikmat. Sampai-sampai ada orang yang melihat mayat berkata : "Alangkah baiknya kamu hidup lagi untuk merasakan senangnya hidup ini".
Suasana ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan umat manusia pada waktu itu lamanya sampai kira-kira 7 tahun. (Wafirru Ilallah, hal. 67)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar