#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Jumat, 28 Februari 2014

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa tempat peredaran matahari itu tetap ada sampai pada hari kiamat, karena sesungguhnya ketika terjadi kiamat, matahari tetap berada ditempatnya, namun kehilangan sinarnya.
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar r.a. mengatakan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda :
"Pada hari ketika matahari terbenam, ya Abu Dzar ! tahukah kamu ketika itu matahari dimana ?" Lalu aku menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui!" Rasulullah SAW pun berkata : "Ya Abu Dzar! Sesungguhnya matahari itu terbenam dan pergi ke bawah 'Arasy, lalu matahari itu meminta izin kepada Allah, agar dirinya diperkenankan sujud kepada-Nya. Allah pun mengizinkannya. Kemudian matahari juga meminta izin agar dirinya diperkenankan untuk terbit lagi ke dunia, karena ia melihat banyak orang melakukan kemaksiatan dan kemungkaran."
Untuk permintaan yang ini, Allah mengizinkannya dengan berfirman : Kembalilah kamu dari mana terbit lalu matahari itu terbit dari timur. Maka matahari tetap terbit dan terbenam seperti biasanya, sampai dekatnya hari kiamat.
Ketika telah dekat terjadinya hari kiamat, banyak sekali orang yang melakukan dosa besar di muka bumi. Pada saat-saat seperti itu, kembali matahari sujud dibawah 'Arasy semalam penuh, dan saat itulah Allah tidak mengizinkan matahari untuk terbit lagi, serta memerintahkan bulan untuk menemui matahari. Lalu matahari dan bulan berdiam diri disitu selama tiga hari, sehingga menjadi amat panjanglah malam itu.
Tidak seorang pun yang mengetahui peristiwa tersebut, kecuali para ahli tahajjud. Tiba-tiba orang-orang ahli ibadah itu merasa aneh dan heran, karena malam terasa amat panjang dan fajar tidak terbit.
Fajar yang mereka nantikan pun tak kunjung tiba, sehingga mereka keluar untuk melihat bintang-bintang di langit. Bintang-bintang pun tetap seperti biasanya. Akhirnya mereka semua berkumpul semua didalam Masjid, untuk merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala. Mereka menangis dengan tangisan yang sangat dahsyat, karena begitu takutnya terhadap siksa Allah Ta'ala.
Manakala telah sempurna tiga malam, dimana pada tiga malam tersebut, tidak satu kalipun fajar tebit, maka Allah Ta'ala memerintahkan matahari untuk terbit dari Barat. Perlu diketahui, ketika matahari telah terbit dari arah Barat, maka sesungguhnya kiamat benar-benar telah begitu dekat. Sehingga menangislah matahari dan bulan. Mereka merendahkan diri kepada Allah Ta'ala. Dari menangisnya matahari dan bulan tersebut, maka menangis pula seluruh penghuni dunia serta penghuni langit dan tujuh kemah besar.
Mengenai hal ini, Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits dari Abdullah bin 'Amr bin Ash r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda :
"Sesungguhnya pertama-tama alamat-alamat hari kiamat yang keluar, yaitu terbitnya matahari dari arah barat dan keluarnya binatang kepada orang banyak di waktu dhuha. Mana saja di antara keduanya itu yang keluar lebih dulu dari kawannya, maka yang lainnya pasti akan menyusul sebentar kemudian". (H.R. Muslim dan Abu Daud).
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang lain, yang diriwayatkan oleh Muslim juga disebutkan, mengenai matahari yang terbit dari arah barat, ketika hari kiamat telah dekat :
"Tiada akan terjadi kiamat, sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya(barat). Apabila matahari telah terbit dari tempat terbenamnya, manusia semuanya beriman. Maka pada waktu itu, tiadalah iman seseorang berguna untuk dirinya yang tadinya belum pernah beriman, juga bagi mereka yang tadinya belum berbuat baik dalam berimannya". (H.R. Muslim).
Ketika matahari telah terbit dari arah barat, tiba-tiba ada gema suara dari arah langit yang mengatakan "Ingatlah ! Sesungguhnya matahari telah terbit dari arah barat !"
Manusia yang mendengar seruan itu akan menangis dan mereka merendahkan diri kepada Allah Ta'ala. Ketika mereka melihat ke langit, mereka melihat pemandangan yang sebelumnya belum pernah mereka temukan, mereka melihat matahari dan bulan secara bersamaan, yang telah kehilangan sinarnya. pada waktu itu, matahari dan bulan berkumpul pada satu tempat. Hal ini sangat cocok dengan bunyi firman Allah Subhanahu wata'ala sebagai berikut :
"Dan matahari dan bulan dikumpulkan."(Q.S. Al-Qiyamah: 9)
Pada waktu itu, tangis dan taubat penduduk penghuni bumi sudah tidak bermanfaat lagi. Ketika matahari dan bulan telah sampai di tengah-tengah langit, Allah Ta'ala memerintahkan kepada Jibril a.s. untuk mendekati kedua pelanet itu, yakni matahari dan bulan. Kemudian Jibril terbang ke arah matahari dan bulan dengan kedua sayapnya. Jibril memerintahkan kepada bulan dan matahari untuk kembali ke arah barat. Sesungguhnya ini disebabkan karena dibarat ada pintu yang dinamakan dengan pintu taubat. Panjang pintu taubat itu sama panjangnya dengan perjalanan selama 70 tahun. Kemudian matahari dan bulan ke arah Barat untuk menuju ke pintu tersebut, dan sejak saat itu tertutuplah pintu taubat untuk selama-lamanya.
Setelah peristiwa itu, matahari dan bulan terbit seperti biasanya, yakni matahari terbit dari arah Timur dan bulan terbit pada malam hari. Begitu seterusnya, hingga kiamat tiba. Tetapi kiamat yang sesungguhnya dengan adanya kejadian ini jaraknya sangatlah pendek. Sehingga pendeknya jarak ini, diibaratkan dengan seekor kuda yang melahirkan anaknya, dan anak kuda tersebut belum sampai bisa di naiki tuannya, kiamat telah terjadi.

Senin, 24 Februari 2014

nabi isa as wafat

Besok Nabi Isa a.s. juga akan menikah, sedangkan wanita yang diperistri adalah bangsa Asqalan. Dalam pernikahannya ini beliau dikaruniai dua putra, yang satu bernama Muhammad, yang satunya lagi bernama Musa. (Wafirru Ilallah, hal. 68,69)
Nabi Isa a.s. pergi ke Masjidil Haram, kemudian dilanjutkan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah. Disana beliau sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan disebelah makam Rasulullah SAW.
Setelah Nabi Isa a.s. wafat, tidak begitu lama manusia banyak yang murtad, melupakan dan keluar dari agama Islam. Manusia banyak yang kembali dalam kekufuran dan kemusyrikan. Banyak negeri pada akhirnya dikuasai kembali oleh orang-orang kafir, sehingga lama-kelamaan agama Islam bagaikan seorang anak yatim yang tidak ditunggui oleh orangtua dan keluarganya. Hukum-hukum Allah akhirnya menjadi sia-sia belaka, manusia banyak yang durhaka dan lupa terhadap Tuhannya. Mereka terlalu sibuk dan telah terbuai dengan urusan-urusan duniawi sehingga urusan-urusan agama yang telah diyakininya terbengkalai.
Pada masa-masa seperti ini keadaan manusia tidak menentu, sebab sudah mendekati kehancuran, pintu taubat segera ditutup. Karena itu, celakalah bagi orang-orang yang tidak ingat akan Tuhannya.
Orang mukmin bertambah hari bertambah habis, sehingga dunia ini hampir hanya dihuni oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah. Hanya tinggal sedikit orang-orang yang beriman kepada Allah. Pada puncaknya matahari tidak terbit sampai tiga hari, kemudian matahari terbit dari arah barat bersamaan bulan, sesampainya di tengah langit matahari dan bulan kembali ke arah barat. Setelah itu tunggu kehancuran alam ini, karena yang disebut dengan kiamat sudah amatlah dekat.

Minggu, 23 Februari 2014

nabi isa as memimpin umat

Pada zaman ini Nabi Isa a.s. akan menjadi hakim yang adil dan bijaksana bagi seluruh umat manusia berdasarkan syari'at Rasulullah SAW. Pada saat itu, Al-Qur'an dan kitab-kitab lain (seperti hadits dan kitab-kitab fiqih empat madzhab) sudah di porak-porandakan oleh Dajjal dan pengikutnya. Akhirnya Nabi Isa a.s. bermunajat memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Ta'ala, kemudian beliau pergi ke sungai Jaihun.
Ketika Nabi Isa a.s. datang ke sungai Jaihun, tiba-tiba ada peti keluar dari tengah sungai, kemudian Nabi Isa a.s. membawa peti tersebut. Ternyata di dalam peti tersebut berisi Al-Qur'an dan kitab-kitab karangannya Syekh Abu Qasim Al-Qusyairiy r.a. (Wafirru Ilallah, hal: 60). Dengan Al-Qur'an dan kitab-kitab tersebut Nabi Isa a.s. mulai menata kembali peradaban manusia berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah atau juga berdasarkan syari'at Rasulullah SAW dengan tidak berpegangan hanya dengan satu madzhab saja, tetapi ini telah di jaga oleh Allah dari kesalahan dalam menetapkan suatu hukum.
Nanti pada zamannya Nabi Isa a.s. rakyat mutlak dibebaskan dari membayar pajak. Hal ini berbeda dengan pendapat Qadli Iyadl. Mana pendapat yang benar? Wallahu A'lam. Apabila ada babi berkeliaran tentu akan dibunuh oleh pemerintahan Nabi Isa a.s. Walhasil, setiap perkara yang sudah jelas haramnya menurut nash Al-Qur'an pasti dilenyapkan oleh Nabi Isa a.s. Tindakan demikian ini untuk memberikan peringatan kepada orang kafir, bahwa apa yang mereka makan itu adalah haram dan batil.
Pada masa zamannya Nabi Isa a.s. besok tidak ada bedanya dengan zamannya Imam Mahdi, tidak ada agama selain agama Islam, tidak ada yang disembah selain Allah Subhanahu wata'ala. Semua orang merasa damai, aman, senang dan tentram, baik yang ada di daratan maupun yang ada di lautan, sehingga semuanya senang bersaudara, senang berkerjasama dan tolong menolong, tidak ada orang melarat, tidak ada zakat, tidak ada orang yang minum-minuman keras. Sehingga tidak ada kemaksiatan.
Di zaman Nabi Isa a.s. seluruh penduduk langit, penduduk bumi, ikan dilautan, binatang di hutan, semuanya ridla dan patuh terhadap perintah Nabi Isa a.s. Sehingga harimau bisa berkumpul dengan kambing, kucing bisa hidup rukun dengan tikus, ular berkumpul dengan katak, bahkan anak-anak kecil bermain dengan kalajengking, kelabang dan ular tidak khawatir di gigit. Bumi pun subur mengeluarkan segala macam tetumbuhan yang memberikan banyak berkah.
Cahaya Islam bersinar terang di mana-mana, semangat beribadah senantiasa berkobar di hati kaum muslimin, sehingga pada zaman itu disebut zaman keemasan bagi kaum muslimin. Angin saba (angin rahmat) senantiasa meniupkan hawa sejuk yang sangat nikmat. Sampai-sampai ada orang yang melihat mayat berkata : "Alangkah baiknya kamu hidup lagi untuk merasakan senangnya hidup ini".
Suasana ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan umat manusia pada waktu itu lamanya sampai kira-kira 7 tahun. (Wafirru Ilallah, hal. 67)

nabi isa as berperang

Nabi Isa a.s nantinya akan berperang Salib seperti yang dilakukan oleh Imam Mahdi, tentaranya adalah Malaikat dan Jin. Pada saat itu, dunia Islam juga melakukan peperangan melawan orang kafir, mengikuti jejak Nabi Isa, dan diberi kemenangan oleh Allah. Pada pertempuran itu orang-orang kafir banyak yang tewas, sedangkan mereka yang masih hidup melarikan diri dan berlindung dibawah pepohonan dan bebatuan. Akan tetapi Nabi Isa a.s dan kaum muslimin tidak mengalami kesulitan dalam memburu mereka, sebab setiap pohon dan batu yang digunakan mereka untuk berlindung dapat memberi tahu kepada kaum muslimin, bahwa dirinya digunakan untuk berlindung oleh orang-orang kafir.

Gambaran adanya pertempuran itu telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya :
Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin berperang melawan Yahudi sehingga kaum Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pepohonan. Maka berkatalah batu dan pepohonan itu (memberi tahu kaum muslimin): "Wahai orang Islam, ini ada orang Yahudi dibelakangku, kemarilah dan bunuhlah dia" (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabtu, 22 Februari 2014

nabi isa as turun ke bumi

Nabi Isa a.s itu adalah putranya Maryam binti Imran, beliau termasuk di antara Ulul Azmi, artinya beliau itu termasuk di antara para Rasul yang sangat tabah hatinya dalam menjalani berbagai macam cobaan dan rintangan. Beliau dilahirkan di Baitul Lahm, yaitu suatu tempat yang berdekatan dengan Baitul Maqdis di Palestina, dan terlahir tepat pada malam Senin pada tanggal 29 bulan Kaihak, yaitu bulan bangsa Qibthiy, atau bulan Januari tahun sebelum Hijriyah.
Tingginya Nabi Isa a.s sedang, rambutnya hitam pekat, kulitnya putih, dan belum pernah menikah sejak beliau diangkat oleh Allah ke langit dari kerajaan Bani Israil yang hendak membunuhnya.
Sebagai tanda dari dekatnya hari kiamat adalah turunnya kembali Nabi Isa a.s ke dunia ini. Nabi Isa a.s turun ke dunia ini bukan untuk menyebarkan agama Nasrani, melainkan untuk menerapkan syari'ah Islam serta tidak membenarkan ajaran agama selain ajaran agama Islam. Sebab pada saat itu umat manusia banyak yang menjadi pengikut Dajjal yang kafir, sehingga tidak sedikit kaum muslimin yang lemah imannya sehingga terpengaruh dan menjadi pengikut Dajjal. Untuk itu Nabi Isa a.s akan mengingatkan manusia bahwa Dajjal itu adalah kafir, dan ajaran yang dibawanya adalah sesat.
Nabi Isa a.s akan memerintah dimuka bumi ini dengan adil serta berdasarkan syari'ah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, yang telah banyak ditinggalkan orang, karena banyak yang menjadi pengikut Dajjal. Di antara tujuan dari diturunkannya Nabi Isa a.s ke bumi ini adalah untuk membunuh Dajjal yang telah banyak menyesatkan orang. Setelah itu, Nabi Isa a.s akan menetap di bumi ini untuk beberapa lama saatnya sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala.
Adapun mengenai turunnya Nabi Isa a.s serta tugas yang akan diemban beliau dalam misinya telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya :
"Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaanNya, sungguh sudah amat dekat saat turunnya Isa purta Maryam di kalangan kalian semua, yang bertindak sebagai seorang Hakim yang adil. Ia akan memecahkan semua kayu palang salib, membunuh babi, menghapus pajak dan pada waktu itu, harta melimpah ruah, sampai seorangpun tidak ada yang mau menerima harta yang disedekahkan padanya. Sampai-sampai satu sujud lebih bak dari pada dunia dan apa yang ada didalamnya."
Kemudian Abu Hurairah r.a. berkata : "Bacalah, jika kamu semua menginginkannya" : "Tidak ada sama sekali golongan ahli, melainkan pasti mereka beriman kepada Isa sebelum wafatnya beliau ini, yaitu setelah turunnya kebumi dan sebelum tibanya hari kiamat. Pada hari kiamat nanti Nabi Isa a.s. akan menjadi saksi atas mereka semua" (H.R. Bukhari dan Muslim)

zaman yajuj dan majuj

Pada zaman Ya'juj Ma'juj banyak kaum muslimin yang menderita, hidup serba susah dan sengsara, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang meninggal, karena sulit mendapatkan makanan dan air. Semua tanaman dan air habis dilalap oleh Ya'juj Ma'juj. Karena itu, kaum muslimin bersama dengan Nabi Isa a.s mengungsi ke gunung Tur untuk menyelamatkan diri dari kerusakan yang dilakukan oleh Ya'juj Ma'juj.
Digunung itupun kaum muslimin lama-kelamaan juga kesulitan makanan, persediaan bekal yang dibawanya habis. Untuk turun dari gunung pun tidak mungkin. Akhirnya, satu-satunya jalan adalah memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala agar Ya'juj Ma'juj dimusnahkan. Allah kemudian mengabulkan do'a Nabi Isa a.s dan kaum muslimin tersebut, dengan menurunkan ulat yang banyak sekali untuk menggerogoti leher Ya'juj Ma'juj, ada juga yang berpendapat Allah menurunkan penyakit hidung pada Ya'juj Ma'juj.
Dalam riwayat lain disebutkan : Bahwa matinya Ya'juj Ma'juj itu disebabkan amukan angin topan.
Nabi Isa a.s dan kaum muslimin kemudian bersyukur kepada Allah atas pertolongan-Nya. Namun mereka masih dihadapkan oleh kesulitan yang lain, yaitu banyaknya bangkai-bangkai Ya'juj Ma'juj yang berserakan dimana-mana. Lalu Nabi Isa a.s dan kaum muslimin berdo'a kepada Allah agar bangkai-bangkai Ya'juj Ma'juj dihilangkan dari muka bumi ini. Tidak begitu lama, Alla mengutus ribuan burung yang besarnya seperti unta. Burung-burung ini menyambar setiap bangkai Ya'juj Ma'juj sampai habis tidak tersisa, lalu bangkai-bangkai dibuang di tempat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
Dalam riwayat lain disebutkan : Bangkai-bangkai Ya'juj Ma'juj itu dibuang di tengah samudera, kemudian dimakan oleh ikan sampai ikan-ikan yang ada di samudera menjadi gemuk karena belum pernah menemukan makanan daging yang begitu banyaknya.
Melihat adanya pertolongan Allah ini Nabi Isa a.s dan kaum muslimin memanjatkan syukur kepada-Nya. Namun masih ada lagi masalah yang mengharuskan memohon pertolongan kepada Allah, yaitu banyaknya kotoran Ya'juj Ma'juj yang ditinggalkan. Kotoran ini berserakan dimana-mana, hampir tidak ada tempat yang tidak dikotori oleh Ya'juj Ma'juj. Nabi Isa a.s dan kaum muslimin berdoa lagi kepada Allah agar permukaan bumi ini bersih dari kotoran Ya'juj Ma'juj. Allah lalu menurunkan hujan yang sangat lebat, akhirnya kotoran-kotoran Ya'juj Ma'juj hilang terbawa air hujan. Ada sebagian mufassir mengatakan : Bau busuknya kotoran Ya'juj Ma'juj ini tujuh tahun baru bisa hilang.
 Seluruh peristiwa di atas telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya :

    Maka Ya'juj Ma'juj dikirim oleh Allah, mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi. Barisan muka mereka melalui danau Tibris, lalu mereka meminum air danau tersebut sampai habis. Kemudian barisan terakhir lewat pula disitu, lalu mereka mengatakan : "Bahwa di sini dulu pernah ada air".
  
    Nabi Isa a.s. dan kawan-kawannya terkepung (oleh Ya'juj Ma'juj sampai kekurangan makanan), sehingga sebuah kepala sapi bagi masing-masing mereka lebih berharga dibandingkan dengan seratus dinar bagi setiap orang dihari itu.

    Kemudian Nabi Isa a.s. dan kawan-kawannya berdoa (supaya Ya'juj Ma'juj binasa). Lalu Allah mengirimkan kepada mereka penyakit hidung kepada Ya'juj Ma'juj, maka diwaktu pagi mereka mati semuanya sekaligus.

    Selanjutnya Nabi Isa a.s dan kawan-kawannya turun dari bukit (Thur) ke dalam negeri, dan didapatinya sudah tidak ada tempat terluang sejengkal pun, melainkan telah dipenuhi oleh bangkai busuk (Ya'juj Ma'juj). Nabi Isa a.s dan kawan-kawannya selanjutnya berdoa kepada Allah (supaya bangkai Ya'juj Ma'juj itu dihilangkan).

    Allah lalu mengirim burung-burung yang besanya seperti unta, kemudian disambarlah bangkai-bangkai (Ya'juj Ma'juj) itu dan dilemparkan ke tempat yang dikehendaki Allah. Selanjutnya Allah menurunkan hujan lebat, yang tidak membuyarkan sebuah rumah pun yang terbuat dari tanah liat dan bulu onta, lalu di basuhnya bumi sehingga bersih seperti kaca.
  
    Sesudah itu, kepada bumi diperintahkan : "Tumbuhkan lah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkatanmu !" Maka pada saat itu, sekumpulan orang kenyang karena memakan sebuah delima dan mereka dapat berteduh kulitnya, rezeki mereka penuh dengan berkah, sehingga seekor unta bunting cukup mengenyangkan sekumpulan orang.

    Dalam keadaan seperti ini, Allah mengirimkan angin baik dan melalui ketiak mereka. Maka diambillah nyawa setiap orang beriman dan setiap orang muslim. Akhirnya tinggallah orang-orang jahat, bercampur baur seperti khimar (artinya tidak tahu malu). Maka di kala itulah terjadi kiamat. (HR. Muslim)
Setelah itu, kehidupan kaum muslimin semakin baik. Pada saat itu Nabi Isa a.s menjalankan syari'ah Rasulullah SAW dalam menata kehidupan masyarakat Islam, dan banyak juga orang kafir yang masuk Islam setelah melihat kebenaran ajaran-ajarannya. Akan tetapi masa seperti ini amatlah singkat dan tidak berlangsung lama, hanya berlangsung selama ditunggu Nabi Isa a.s.