Besok Nabi Isa a.s. juga akan menikah, sedangkan wanita yang
diperistri adalah bangsa Asqalan. Dalam pernikahannya ini beliau
dikaruniai dua putra, yang satu bernama Muhammad, yang satunya lagi
bernama Musa. (Wafirru Ilallah, hal. 68,69)
Nabi Isa a.s. pergi ke Masjidil Haram, kemudian dilanjutkan berziarah ke
makam Rasulullah SAW di Madinah. Disana beliau sakit sampai akhirnya
meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan disebelah makam
Rasulullah SAW.
Setelah Nabi Isa a.s. wafat, tidak begitu lama manusia banyak yang
murtad, melupakan dan keluar dari agama Islam. Manusia banyak yang
kembali dalam kekufuran dan kemusyrikan. Banyak negeri pada akhirnya
dikuasai kembali oleh orang-orang kafir, sehingga lama-kelamaan agama
Islam bagaikan seorang anak yatim yang tidak ditunggui oleh orangtua dan
keluarganya. Hukum-hukum Allah akhirnya menjadi sia-sia belaka, manusia
banyak yang durhaka dan lupa terhadap Tuhannya. Mereka terlalu sibuk
dan telah terbuai dengan urusan-urusan duniawi sehingga urusan-urusan
agama yang telah diyakininya terbengkalai.
Pada masa-masa seperti ini keadaan manusia tidak menentu, sebab sudah
mendekati kehancuran, pintu taubat segera ditutup. Karena itu, celakalah
bagi orang-orang yang tidak ingat akan Tuhannya.
Orang mukmin bertambah hari bertambah habis, sehingga dunia ini hampir
hanya dihuni oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah. Hanya tinggal
sedikit orang-orang yang beriman kepada Allah. Pada puncaknya matahari
tidak terbit sampai tiga hari, kemudian matahari terbit dari arah barat
bersamaan bulan, sesampainya di tengah langit matahari dan bulan kembali
ke arah barat. Setelah itu tunggu kehancuran alam ini, karena yang
disebut dengan kiamat sudah amatlah dekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar