#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Kamis, 20 Februari 2014

Nabi Isa as dan Dajjal
 
 
Pada suatu hari Imam Mahdi melakukan peperangan dengan Dajjal di daerah Bani Hasyim. Di situ kaum muslimin dikejar-kejar oleh Dajjal, tetapi mereka bisa lolos dengan naik ke gunung Dukhan. Pada saat kaum muslimin sedang dikejar-kejar oleh Dajjal dan pengikutnya, tiba-tiba terdengar kalau Nabi Isa a.s. turun dari langit. Turunnya Nabi Isa ini langsung berada di atas menara putih yang berada di sebelah timur kota Dasmaskus, yang menjadi ibu kota Syiria. Turunnya Nabi Isa a.s. ini pada waktu dzuhur. Dalam riwayat yang lain disebutkan, bahwa turunya itu pada awal ashar.
Setelah mendengar turunnya Nabi Isa a.s. di Syiria, maka banyak orang berbondong-bondong datang ke sana, mereka datang dari berbagai penjuru dunia ingin melihat wajah Nabi Isa a.s. Banyak terjadi orang jatuh terinjak-injak karena padatnya dan penuhnya manusia yang ingin melihat Nabi Isa a.s.
Kedatangan Nabi Isa a.s. ini membuat Dajjal kalang kabut, akhirnya melarikan diri. Akan tetapi Nabi Isa a.s. terus memburunya samapi akhirnya Dajjal tertangkap oleh Nabi Isa a.s. di daerah Babilud, yaitu sebelah tenggara ibu kota Palestina, Baitul Maqdis atau Yerussalem, kira-kira arakbya sejauh tiga kilometer. Ditempat itulah Dajjal di bunuh oleh Nabi Isa a.s.
Menurut sebagian cerita : Nabi Isa a.s. tidak bisa mengejar larinya Dajjal, kemudian beliau bersabda kepada bumi : "Wahai bumi telanlah kaki Dajjal". Pada saat itu Dajjal menginjak tanah kampung Lud. Dengan demikian akhirnya Dajjal tidak bisa melarikan diri lagi, kemudian Nabi Isa a.s. mendatanginya dengan menatap tajam wajah Dajjal, beliau lalu berkata kepada Dajjal : "Wahai Dajjal engkau telah mengaku sebagai Tuhan, yang menciptakan langit dan bumi seisinya. Sudah berapa lama engkau hidup di dunia ini ? Dan sudah berapa banyak umat manusia yang telah engkau sesatkan ? Sekarang siapa yang akan engkau sembah?".
Mendengar bentakan itu, Dajjal bungkam seribu bahasa, ia tidak berani berkutik sedikitpun juga tidak berani membantah. Hal ini membuat tubuh Dajjal mengigil ketakutan akhirnya tubuhnya mengecil. Hilang kekuatannya, hilang kewibawaannya, dan tampak lemah dirinya ibarat kambing menghadap binatang buas yang akan memangsanya.
Tanpa membuang waktu lagi akhirnya, Nabi Isa a.s. menancapkan parang pada leher Dajjal, maka mengalirlah darah segar dari leher Dajjal, ia meronta-ronta kesakitan dalam sakaratul mautnya, suaranya bagaikan sapi yang disembelih. Pada akhirnya Dajjal mati dan tempatnya kembali adalah jelas ke neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar