#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Sabtu, 22 Februari 2014

zaman yajuj dan majuj

Pada zaman Ya'juj Ma'juj banyak kaum muslimin yang menderita, hidup serba susah dan sengsara, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang meninggal, karena sulit mendapatkan makanan dan air. Semua tanaman dan air habis dilalap oleh Ya'juj Ma'juj. Karena itu, kaum muslimin bersama dengan Nabi Isa a.s mengungsi ke gunung Tur untuk menyelamatkan diri dari kerusakan yang dilakukan oleh Ya'juj Ma'juj.
Digunung itupun kaum muslimin lama-kelamaan juga kesulitan makanan, persediaan bekal yang dibawanya habis. Untuk turun dari gunung pun tidak mungkin. Akhirnya, satu-satunya jalan adalah memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala agar Ya'juj Ma'juj dimusnahkan. Allah kemudian mengabulkan do'a Nabi Isa a.s dan kaum muslimin tersebut, dengan menurunkan ulat yang banyak sekali untuk menggerogoti leher Ya'juj Ma'juj, ada juga yang berpendapat Allah menurunkan penyakit hidung pada Ya'juj Ma'juj.
Dalam riwayat lain disebutkan : Bahwa matinya Ya'juj Ma'juj itu disebabkan amukan angin topan.
Nabi Isa a.s dan kaum muslimin kemudian bersyukur kepada Allah atas pertolongan-Nya. Namun mereka masih dihadapkan oleh kesulitan yang lain, yaitu banyaknya bangkai-bangkai Ya'juj Ma'juj yang berserakan dimana-mana. Lalu Nabi Isa a.s dan kaum muslimin berdo'a kepada Allah agar bangkai-bangkai Ya'juj Ma'juj dihilangkan dari muka bumi ini. Tidak begitu lama, Alla mengutus ribuan burung yang besarnya seperti unta. Burung-burung ini menyambar setiap bangkai Ya'juj Ma'juj sampai habis tidak tersisa, lalu bangkai-bangkai dibuang di tempat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
Dalam riwayat lain disebutkan : Bangkai-bangkai Ya'juj Ma'juj itu dibuang di tengah samudera, kemudian dimakan oleh ikan sampai ikan-ikan yang ada di samudera menjadi gemuk karena belum pernah menemukan makanan daging yang begitu banyaknya.
Melihat adanya pertolongan Allah ini Nabi Isa a.s dan kaum muslimin memanjatkan syukur kepada-Nya. Namun masih ada lagi masalah yang mengharuskan memohon pertolongan kepada Allah, yaitu banyaknya kotoran Ya'juj Ma'juj yang ditinggalkan. Kotoran ini berserakan dimana-mana, hampir tidak ada tempat yang tidak dikotori oleh Ya'juj Ma'juj. Nabi Isa a.s dan kaum muslimin berdoa lagi kepada Allah agar permukaan bumi ini bersih dari kotoran Ya'juj Ma'juj. Allah lalu menurunkan hujan yang sangat lebat, akhirnya kotoran-kotoran Ya'juj Ma'juj hilang terbawa air hujan. Ada sebagian mufassir mengatakan : Bau busuknya kotoran Ya'juj Ma'juj ini tujuh tahun baru bisa hilang.
 Seluruh peristiwa di atas telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya :

    Maka Ya'juj Ma'juj dikirim oleh Allah, mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi. Barisan muka mereka melalui danau Tibris, lalu mereka meminum air danau tersebut sampai habis. Kemudian barisan terakhir lewat pula disitu, lalu mereka mengatakan : "Bahwa di sini dulu pernah ada air".
  
    Nabi Isa a.s. dan kawan-kawannya terkepung (oleh Ya'juj Ma'juj sampai kekurangan makanan), sehingga sebuah kepala sapi bagi masing-masing mereka lebih berharga dibandingkan dengan seratus dinar bagi setiap orang dihari itu.

    Kemudian Nabi Isa a.s. dan kawan-kawannya berdoa (supaya Ya'juj Ma'juj binasa). Lalu Allah mengirimkan kepada mereka penyakit hidung kepada Ya'juj Ma'juj, maka diwaktu pagi mereka mati semuanya sekaligus.

    Selanjutnya Nabi Isa a.s dan kawan-kawannya turun dari bukit (Thur) ke dalam negeri, dan didapatinya sudah tidak ada tempat terluang sejengkal pun, melainkan telah dipenuhi oleh bangkai busuk (Ya'juj Ma'juj). Nabi Isa a.s dan kawan-kawannya selanjutnya berdoa kepada Allah (supaya bangkai Ya'juj Ma'juj itu dihilangkan).

    Allah lalu mengirim burung-burung yang besanya seperti unta, kemudian disambarlah bangkai-bangkai (Ya'juj Ma'juj) itu dan dilemparkan ke tempat yang dikehendaki Allah. Selanjutnya Allah menurunkan hujan lebat, yang tidak membuyarkan sebuah rumah pun yang terbuat dari tanah liat dan bulu onta, lalu di basuhnya bumi sehingga bersih seperti kaca.
  
    Sesudah itu, kepada bumi diperintahkan : "Tumbuhkan lah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkatanmu !" Maka pada saat itu, sekumpulan orang kenyang karena memakan sebuah delima dan mereka dapat berteduh kulitnya, rezeki mereka penuh dengan berkah, sehingga seekor unta bunting cukup mengenyangkan sekumpulan orang.

    Dalam keadaan seperti ini, Allah mengirimkan angin baik dan melalui ketiak mereka. Maka diambillah nyawa setiap orang beriman dan setiap orang muslim. Akhirnya tinggallah orang-orang jahat, bercampur baur seperti khimar (artinya tidak tahu malu). Maka di kala itulah terjadi kiamat. (HR. Muslim)
Setelah itu, kehidupan kaum muslimin semakin baik. Pada saat itu Nabi Isa a.s menjalankan syari'ah Rasulullah SAW dalam menata kehidupan masyarakat Islam, dan banyak juga orang kafir yang masuk Islam setelah melihat kebenaran ajaran-ajarannya. Akan tetapi masa seperti ini amatlah singkat dan tidak berlangsung lama, hanya berlangsung selama ditunggu Nabi Isa a.s.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar