#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Sabtu, 22 Februari 2014

lamanya imam mahdi di bumi

Lamanya Imam Mahdi memegang pemerintahandi di dunia ini berdasarkan syari'ah Nabi Muhammad SAW selama 10 tahun. Ada juga yang berpendapat, bahwa Imam Mahdi memegang kekuasaan di dunia ini lamanya adalah 7 tahun.
Pendapat ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW :
"Sesungguhnya Imam Mahdi iu akan menetap selama tujuh tahun". (HR. Abu Daud)
Setelah itu beliau wafat di kota Kufah. Akan tetapi sebelum wafat, semasa hidupnya beliau telah melakukan perang melawan Dajjal, mengadakan pertemuan dengan Nabi Isa a.s. dan telah membawa suatu pemerintahan di bawah naungan hukum Syari'ah Islam.

mengatur pemerintahan

Dalam mengatur pemerintahan, Imam Mahdi bertempat tinggal di tanah Arab. Namun hukum pemerintahannya bisa dilaksanakan keseluruh dunia. Sedankan untuk mengendalikan jalannya pemerintahan di negeri-negeri Ajam (selain bangsa Arab), Imam Mahdi mengangkat wakilnya (semacam gubernur). Para wakil tersebut diambilkan dari orang-rang yang terpilih dan benar-benar cakap. Imam Mahdi itu mempunyai wakil atau gubernur yang banyak sekali, yang diambilkan dari para Wali Allah yang berbangsa Ajam untuk membantu Imam Mahdi dalam menegakkan hukum dan ajaran Islam.
     Pada masa Imam Mahdi ini hukum Islam benar-benar dilaksanakan, tiada peraturan yang mengatur negara dan rakyat selain hukum Islam. Hal ini telah dijelaskan dalam suatu hadits :
"Imam Mahdi itu lebar dahinya, mancung hidungnya. Seluruh isi bumi olehnya dipenuhi dengan kejujuran dan keadilan, yang sebelumnya bumi ini penuh dengan kedzaliman dan penganiayaan. Imam Mahdi itu menegakkan Syari'at Islam, serta menghidupkan apa-apa yang sudah tercecer dari Sunnah Rasulullah SAW. Sejak itu Islam menjadi jaya dan luhur kalimatnya, yakni dimasa kekuasaan Imam Mahdi tersebut, sehingga dapatlah ditetepkan pemerintahnnya di atas bumi. (HR. Abu Daud)
Pada zaman Imam Mahdi nanti agama Islam yang sebelumnya di anggap rendah dan hina menjadi agama yang mulia dan diagungkan. Orang yang buruk tingkah lakunya banyak yang meninggal, fitnah-fitnah pun hilang. Di tengah masyarakat tidak ada pelacuran, tidak ada barang riba, tidak ada orang yang minum arak(khamer). Hati setiap orang merasa damai, tentram dan menerima semua ketentuan Allah dan semua ajaran agama Islam, dimana-mana masyarakat tampak rukun, tentram dan bersaudara, orang yang tadinya melarat bisa menjadi kaya, dimana-mana orang tampak makmur hidupnya, murah sandang dan pangan, sampai-sampai sedekah dibawa keliling ke tengah masyarakat tidak ada yang mau menerima, karena semua orang juga ingin bersedekah. Hal ini tidak lain dikarenakan ekonomi mereka sudah lebih dari cukup.
Suasana kemakmuran di zaman Imam Mahdi ini telah dijelaskan dalam suatu hadits :
"Imam Mahdi dikaruniai ketetapan kekuasaan, di masa pemerintahnnya amat luaslah rizqi umat, karena memang betul-betul berlaku secara adil dan banyak pula harta yang diberikan. Ia menyebarkan harta itu dengan merata sekali, tanpa menghitung jumlah sama sekali. (HR. Muslim)
Belum pernah ada suatu pemerintahan yang semakmur dan sedamai seperti pada masa pemerintahannya Imam Mahdi. Akan tetapi zaman keemasan ini hanya berlangsung ketika masa hidupnya Imam Mahdi saja. Dan ini sebagai tanda dari semakin dekatnya hari kiamat Kubra (besar).

Jumat, 21 Februari 2014

persidangan dan peperangan

Setelah Imam Mahdi hadir di alam ini, sebelum ia mulai melaksanakan tugasnya, pertama-tama yang dilakukan adalah bermunajat kepada Allah SWT, memohon petunjuk bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT. Beliau senang menyendiri di dekat Ka'bah untuk beribadah.
Pada suatu saat, ketika beliau sedang bermunajat kepada Allah SWT diikuti oleh 313 orang lelaki, kemudian langsung mengadakan sidang kilat dengan 313 orang tadi. Dalam sidang tersebut beliau berkata kepada mereka yang hadir : "Bahwa dirinya telah dikehendaki oleh Allah untuk menata peradaban manusia dengan menegakkan syariat Islam yang telah dijalankan oleh Rasulullah SAW Nabi akhir zaman". Kemudian Imam Mahdi membaiat pada pembantunya serta merumuskan undang-undang Islam berdasarkan atas syariah yang dibawa oleh Rasulullah SAW Nabi akhir zaman.
Setelah melakukkan sidang, Imam Mahdi pergi ke kufah. Disana ia mulai mempersiapkan tentaranya untuk berperang yaitu perang sabil, perang karena membela dan menegakkan agama Allah SWT. Setiap peperangan atau pertempuran yang dilakukan selalu membawa keberhasilan dan kesuksesan.
Dalam setiap pertempuran yang dilakukan, disamping ia dijaga oleh Malaikat Jibril dan Mikail, ia juga mendapat bala bantuan dari pada Malaikat yang lain. Bala bantuan dari para malaikat itu jumlahnya sangat banyak, yang bisa mencapai 3.000. Ia juga memerangi orang-orang yang melanggar undang-undang Islam yang telah ditetapkan dan diberlakukan.
Dalam waktu yang sangat singkat, seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini dapat dikendalikan oleh Imam Mahdi dengan menggunakan hukum Islam.

Kamis, 20 Februari 2014

       Pertemuan Imam mahdi dan Nabi Isa as
 
Sejak turunnya Nabi Isa a.s. ke bumi ini, maka Imam Mahdi pun ingin bertemu dengan beliau. Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginannya tersebut Imam Mahdi pergi ke kota Dasmaskus, disana sudah penuh manusia yang ingin bertemu Nabi Isa a.s. Meskipun demikian atas kehendak Allah Imam Mahdi dapat dengan mudah bertemu dengan Nabi Isa a.s.
Pertemuan Imam Mahdi ini terjadi pada waktu ashar di dalam Masjid Jami' Bani Umayyah yang berada di kota Dasmaskus. Kedua orang itu kemudian bermalam di masjid tersebut untuk bermunajat kepada Allah Ta'ala.
Ketika menjelang pagi hari, keduanya mendengar sayup-sayup suara adzan. Ada yang mengatakan, bahwa yang mengumandangkan adzan pada waktu itu adalah Malaikat Jibril. Suara adzan yang berkumandang ini bersamaan dengan keluarnya fajar shadiq. Tidak begitu lama kemudian keduanya mendengar sayup-sayup suara iqamah. Kemudian mereka melakukan shalat subuh berjama'ah. Imam Mahdi yang menjadi Imam, sedangkan Nabi Isa a.s. dan kaum muslimin yang lainnya menjadi makmumnya.
Nabi Isa as dan Dajjal
 
 
Pada suatu hari Imam Mahdi melakukan peperangan dengan Dajjal di daerah Bani Hasyim. Di situ kaum muslimin dikejar-kejar oleh Dajjal, tetapi mereka bisa lolos dengan naik ke gunung Dukhan. Pada saat kaum muslimin sedang dikejar-kejar oleh Dajjal dan pengikutnya, tiba-tiba terdengar kalau Nabi Isa a.s. turun dari langit. Turunnya Nabi Isa ini langsung berada di atas menara putih yang berada di sebelah timur kota Dasmaskus, yang menjadi ibu kota Syiria. Turunnya Nabi Isa a.s. ini pada waktu dzuhur. Dalam riwayat yang lain disebutkan, bahwa turunya itu pada awal ashar.
Setelah mendengar turunnya Nabi Isa a.s. di Syiria, maka banyak orang berbondong-bondong datang ke sana, mereka datang dari berbagai penjuru dunia ingin melihat wajah Nabi Isa a.s. Banyak terjadi orang jatuh terinjak-injak karena padatnya dan penuhnya manusia yang ingin melihat Nabi Isa a.s.
Kedatangan Nabi Isa a.s. ini membuat Dajjal kalang kabut, akhirnya melarikan diri. Akan tetapi Nabi Isa a.s. terus memburunya samapi akhirnya Dajjal tertangkap oleh Nabi Isa a.s. di daerah Babilud, yaitu sebelah tenggara ibu kota Palestina, Baitul Maqdis atau Yerussalem, kira-kira arakbya sejauh tiga kilometer. Ditempat itulah Dajjal di bunuh oleh Nabi Isa a.s.
Menurut sebagian cerita : Nabi Isa a.s. tidak bisa mengejar larinya Dajjal, kemudian beliau bersabda kepada bumi : "Wahai bumi telanlah kaki Dajjal". Pada saat itu Dajjal menginjak tanah kampung Lud. Dengan demikian akhirnya Dajjal tidak bisa melarikan diri lagi, kemudian Nabi Isa a.s. mendatanginya dengan menatap tajam wajah Dajjal, beliau lalu berkata kepada Dajjal : "Wahai Dajjal engkau telah mengaku sebagai Tuhan, yang menciptakan langit dan bumi seisinya. Sudah berapa lama engkau hidup di dunia ini ? Dan sudah berapa banyak umat manusia yang telah engkau sesatkan ? Sekarang siapa yang akan engkau sembah?".
Mendengar bentakan itu, Dajjal bungkam seribu bahasa, ia tidak berani berkutik sedikitpun juga tidak berani membantah. Hal ini membuat tubuh Dajjal mengigil ketakutan akhirnya tubuhnya mengecil. Hilang kekuatannya, hilang kewibawaannya, dan tampak lemah dirinya ibarat kambing menghadap binatang buas yang akan memangsanya.
Tanpa membuang waktu lagi akhirnya, Nabi Isa a.s. menancapkan parang pada leher Dajjal, maka mengalirlah darah segar dari leher Dajjal, ia meronta-ronta kesakitan dalam sakaratul mautnya, suaranya bagaikan sapi yang disembelih. Pada akhirnya Dajjal mati dan tempatnya kembali adalah jelas ke neraka.
oke langsung saja CEKIDOT!!

 

Kiamat pasti terjadi! Itu telah menjadi keyakinan kita sebagai muslim yang beriman. Percaya akan adanya hari kiamat merupakan salah satu rukun iman. Tetapi kapan-kah kiamat itu akan terjadi? Tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Allah SWT. Rasulullah sendiri tidak mengetahuinya, sebab semua itu menjadi rahasia Allah SWT, yang tidak diberitahukan kepada para hamba-Nya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-nya:
     Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya? Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah sisi pada Tuhanku, tiada seorangpun yang dapat menjelaskan sewaktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu, seakan-akan kamu benar –benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Al-araf: 187)
      Meskipun dalam firman Allah di atas menegaskan , bahwa hanya Dia yang mengetahui, tidak ada satupun makhluk di alam ini yang mengetahui tentang kapan hari kiamat itu terjadi, setidak-tidaknya Allah telah memberikan tanda-tanda yang menunjukan bahwa kiamat itu sudah dekat.
Adapun tanda-tanda yang menunjukan tentang dekatnya hari kiamat itu terbagi menjadi dua, yaitu: Tanda-tanda sughra dan tanda-tanda kubra.

Adapun yang termasuk ke dalam tanda-tanda sughra adalah:
- Merajalelanya perzinaan
- Kemaksiatan dan kedurhakaan sudah menjadi hal yang biasa.
- Merajalelanya orang yang minum khamer (arak).
- Banyak wanita yang dengan bangga memamerkan auratnya.
- Jumlah kaum wanita lebih banyak dari pada jumlah kaum lelaki.
- Banyak orang membangun dan mempercantik masjid, tetapi sedikit yang beribadah di dalamnya.
- Dan masih banyak lagi hal-hal yang menunjukan tentang dekatnya hari kiamat.
Adapun tanda-tanda kubra yang menunjukan akan datangnya kiamat adalah sebagai berikut:
- Keluarnya Dajjal.
- Keluarnya Imam Mahdi.
- Keluarnya Ya’juj Ma’juj.
- Turunnya Nabi Isa a.s
- Terbitnya matahari dari arah barat. 
sumber : buku yang disusun oleh Haqiqi Alif, Penerbit : Lintas Media Jombang.

Selasa, 18 Februari 2014

                                             keluarnya Imam Mahdi 
 
Imam mahdi itu adalah seorang lelaki yang masih muda, mukanya bersinar, jenggotnya sempurna, pada pipi kanannya terdapat tahi lalat, kulitnya bangsa Arab. Bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh Israil artinya besar tinggi. Ia dijuluki dengan sebutan Imam Mahdi, nama aslinya Muhammad atau Ahmad, ia adalah putra Abdullah yang masih ada keturunan dari Rasulullah SAW dari Sayyid Husain putra Fatimah binti Muhammad SAW. Sebagaimana yang dijelaskan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Hakim :
"Imam Mahdi itu termasuk dalam lingkungan Ahli kerabat atau keluarga Rasulullah SAW, yakni dari putri beliau SAW yang bernama Fatimah". (H.R. Abu Daud dan Hakim).
Ketika sedang gencar-gencarnya fitnah yang dihembuskan oleh Dajjal dan para pengikutnya di alam ini, sehingga manusia banyak yang tertipu dan menjadi pengikutnya, tiba-tiba alam ini dikejutkan dengan adanya hatif (suara tanpa rupa) yang mengatakan : "Wahai manusia, sesungguhnya Imam Mahdi telah keluar di kota Makkah, ia berasal dari Desa Karimah". Suara tersebut dapat didengar oleh seluruh umat manusia yang ada di jagad raya ini dan mereka mengerti serta faham. Keluarnya Imam Mahdi ini pertepatan pada malam sepuluh bulan Dulhijjah, tahun ganjil dari tahun Hijriyah.
Setelah mendengar kabar adanya Imam Mahdi yang telah turun ke bumi, maka banyak orang berbondong-bondong pergi ke kota Makkah, mereka ingin mengetahui wajah Imam Mahdi yang sebenarnya, yang sedang mengasingkan diri dari fitnah Dajjal dan para pengikutnya. Sedangkan Iblis pada saat itu dalam keadaan bingung karena orang yang akan menyelamatkan keimanan manusia telah datang, orang inilah yang nanti akan menjadi musuh utama Dajjal dan Iblis serta para pengikutnya.
Mengenai turunya Imam Mahdi ini telah dijelaskan dalam suatu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi yang artinya sebagai berikut :
"Sesungguhnya Imam Mahdi itu akan keluar di akhir zaman, namanya Muhammad bin Abdullah atau Ahmad bin Abdullah". (H.R. Imam Abu Daud dan Tirmidzi).