Istidraj Dajjal

Dajjal ini termasuk yang mendapat Istidraj*. Karena itu, setiap tindakan
dan ucapan Dajjal, Allah mengabulkannya. Seperti dia mengatakan : “Hai
langit, turunkan hujan”. Seketika itu hujan turun. Ia mengatakan kepada
bumi : “Wahai bumi keluarkan seluruh simpananmu”. Seketika itu bumi
mengeluarkan emas, intan, perak dan lain sebagainya. Selanjutnya emas
dan lainnya tadi mengikuti kemana Dajjal pergi. Bila Dajjal berkata
kepada kayu yang sudah kering : “Keluarkanlah daunmu dan buah-buahanmu.”
Seketika itu, kayu yang sudah kering tadi mengeluarkan dedaunan dan
buah-buahannya. Sampai-sampai Dajjal diberikan kemampuan oleh Allah
dapat menghentikan perjalanan matahari, sehingga satu hari menjadi
beberapa bulan. Ia juga bisa mempercepat perjalanan matahari, sehingga
satu hari bisa menjadi satu jam saja.
Singkat cerita, segala ucapan Dajjal selalu dikabulkan oleh Allah,
karena memang Istidraj. Sampai-sampai bila seseorang ingin bertemu
dengan kedua orangtuanya yang sudah lama meninggal, Dajjal bisa
mempertemukannya. Akan tetapi bukan kedua orangtua yang sebenarnya,
melainkan setan yang menyerupai kedua orang tuanya. Kemudian setan yang
meyerupai kedua orangtuanya itu berkata : “Wahai anakku, percayalah dan
imanilah Tuhan ini (yang dimasksudkan adalah Dajjal), agar hidupmu tidak
sengasara. Coba perhatikan aku sebagai orang tuamu, kini hidupku
bahagia dan senang di dalam surga, hal ini tidak lain karena aku beriman
dan mengikuti Tuhan ini (Dajjal), bahwa sesungguhnya Tuhanmu dan
Tuhanku adalah ini (Dajjal).” Dengan demikian, banyak orang mukmin yang
luntur keimanannya, bersamaan dengan itu kehidupan orang mukmin sangat
memprihatinkan, sengsara dan sangat sulit ekonominya.
Pada saat itu, tidak ada makanan kecuali yang ada di tangan Dajjal dan
pengikutnya. Pada saat yang demikian sengsaranya kehidupan orang mukmin,
setan berubah bentuk menjadi manusia, sehingga ia bisa berkumpul dengan
orang-orang mukmin untuk mengajak orang mukmin mengikuti jejak Dajjal
sekaligus beriman kepadanya. Mereka juga berubah bentuk menjadi orangtua
atau tokoh sosial dan tokoh agama manusia. Dengan kata-kata yang manis
membujuk orang mukmin agar mau mengikuti Dajjal dan beriman kepadanya.
*Istidraj adalah jauh dari Rahmat Allah dan dekat kepada siksa-Nya
secara berangsur-angsur (Ta’rifat : 20). Dalam kata ini, mengabulkan
segala permintaan dan keinginannya disertai dengan ancaman siksa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar