#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Sabtu, 15 Februari 2014

Istidraj Dajjal
 
Dajjal ini termasuk yang mendapat Istidraj*. Karena itu, setiap tindakan dan ucapan Dajjal, Allah mengabulkannya. Seperti dia mengatakan : “Hai langit, turunkan hujan”. Seketika itu hujan turun. Ia mengatakan kepada bumi : “Wahai bumi keluarkan seluruh simpananmu”. Seketika itu bumi mengeluarkan emas, intan, perak dan lain sebagainya. Selanjutnya emas dan lainnya tadi mengikuti kemana Dajjal pergi. Bila Dajjal berkata kepada kayu yang sudah kering : “Keluarkanlah daunmu dan buah-buahanmu.” Seketika itu, kayu yang sudah kering tadi mengeluarkan dedaunan dan buah-buahannya. Sampai-sampai Dajjal diberikan kemampuan oleh Allah dapat menghentikan perjalanan matahari, sehingga satu hari menjadi beberapa bulan. Ia juga bisa mempercepat perjalanan matahari, sehingga satu hari bisa menjadi satu jam saja.
Singkat cerita, segala ucapan Dajjal selalu dikabulkan oleh Allah, karena memang Istidraj. Sampai-sampai bila seseorang ingin bertemu dengan kedua orangtuanya yang sudah lama meninggal, Dajjal bisa mempertemukannya. Akan tetapi bukan kedua orangtua yang sebenarnya, melainkan setan yang menyerupai kedua orang tuanya. Kemudian setan yang meyerupai kedua orangtuanya itu berkata : “Wahai anakku, percayalah dan imanilah Tuhan ini (yang dimasksudkan adalah Dajjal), agar hidupmu tidak sengasara. Coba perhatikan aku sebagai orang tuamu, kini hidupku bahagia dan senang di dalam surga, hal ini tidak lain karena aku beriman dan mengikuti Tuhan ini (Dajjal), bahwa sesungguhnya Tuhanmu dan Tuhanku adalah ini (Dajjal).” Dengan demikian, banyak orang mukmin yang luntur keimanannya, bersamaan dengan itu kehidupan orang mukmin sangat memprihatinkan, sengsara dan sangat sulit ekonominya.
Pada saat itu, tidak ada makanan kecuali yang ada di tangan Dajjal dan pengikutnya. Pada saat yang demikian sengsaranya kehidupan orang mukmin, setan berubah bentuk menjadi manusia, sehingga ia bisa berkumpul dengan orang-orang mukmin untuk mengajak orang mukmin mengikuti jejak Dajjal sekaligus beriman kepadanya. Mereka juga berubah bentuk menjadi orangtua atau tokoh sosial dan tokoh agama manusia. Dengan kata-kata yang manis membujuk orang mukmin agar mau mengikuti Dajjal dan beriman kepadanya.
*Istidraj adalah jauh dari Rahmat Allah dan dekat kepada siksa-Nya secara berangsur-angsur (Ta’rifat : 20). Dalam kata ini, mengabulkan segala permintaan dan keinginannya disertai dengan ancaman siksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar