#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Sabtu, 15 Februari 2014

Keadaan Manusia 
Pada zaman dajjal nanti, setiap negeri yang didatangi Dajjal penduduknya bagaikan padi yang ada di dalam gilingan. Mereka lari kesana kemari karena takut kepada Dajjal. Bagi keluarga mukmin mereka lebih senang berada di dalam rumah menjaga keluarganya agar tidak terpengaruh oleh tipu daya Dajjal. Sebab saat itu tidak sedikit kaum wanita yang menjadi pengikut Dajjal. Karena itu, sampai-sampai lelaki mengikat keluarganya di dalam rumah aga tidak keluar. Mereka khawatir bila keluarganya keluar rumah akan mudah dipengaruhi siasat Dajjal. Jika sampai mengikuti Dajjal, berarti telah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.
Zaman Dajjal adalah zaman fitnah terbesar, tidak sedikit orang yang paginya beriman sorenya menjadi kafir. Hal ini menunjukkan begitu hebatnya godaan fitnah yang melanda umat islam. Pada saat itu, memegang agama benar-benar seperti memegang bara api yang panas, bila dilepaskan dirinya menjadi mangsa Dajjal, tetapi bila tetap dipegang godaan dan fitnah yang dihadapinya sangatlah besar dan berat. Karena itu, pada saat Dajjal datang banyak orang yang melarikan diri ke hutan-hutan, sampai ada yang naik ke gunung. Hal ini mereka lakukan demi menyelamatkan diri dan akidahnya dari fitnah Dajjal. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam suatu hadist shahih :
(Saat itu) manusia benar-benar melarikan diri dari Dajjal ke arah gunung. (H.R. Muslim).
Demikian keadaan manusia saat kedatangan Dajjal, mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada menghadapinya. Sebab bila menghadapinya dikhawatirkan dirinya tidak mampu menjaga akidah dan keselamatannya. Sebab Dajjal tidak segan-segan untuk menganiaya terhadap orang yang membangkangnya. Ini pun tidak seberapa asalkan akidahnya tetap ia pegang teguh samapai mati, dari pada mengikuti Dajjal dengan melepaskan akidah, ini yang celaka. Karena tindakannya ini jelas menjerumuskan dirinya ke dalam neraka Allah, sebab ia sudah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.
Setiap Dajjal memasuki suatu negeri, di belakangnya diikutin oleh berribu-ribu orang bahkan sampai jutaan , baik yang terdiri dari manusia maupun setan yang menjelma manusia. Tujuannya tidak lain adalah menyesatkan umat manusia, sekaligus menjauhkannya dari Allah Ta’ala. Adapun untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal adalah kesabaran. Melanggengkan membaca sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi.
Anjuran untuk membaca sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi adalah tuntunan Rasulullah SAW, sebagai benteng diri agar tidak diganggu dan terkena fitnah Dajjal. Sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW :
Barang siapa di antara kamu yang (hidup sampai) mendapati Dajjal, hendaklah dibaca permulaannya surat Al-Kahfi ... (H.R. Muslim).
Segala kemampuan yang dimiliki oleh Dajjal itu bersifat istidraj, bukan mukjizat, juga bukan karamah. Sebab sudah jelas sekali bahwa Dajjal itu kafir, yang menyesatkan, bukan Nabi dan bukan orang yang shalih, semua yang dilakukannya itu merupakan tipu-muslihat belaka untuk menarik simpati orang lain agar mau mengikuti jejaknya yang sesat itu. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar